MEMBANGUN KEKUATAN ANGKATAN LAUT (TNI AL)


MEMBANGUN KEKUATAN ANGKATAN LAUT (TNI AL) MENUJU KEKUATAN YANG MAMPU MENGAMANKAN DAN MENANGKAL SETIAP ANCAMAN TERHADAP KEUTUHAN WILAYAH RI

(GREEN WATER NAVY)

Diterimanya konsep negara kepulauan pada Konvensi PBB tentang hukum laut pada tahun 1982, di Jamaica yang diratifikasi dengan Undang-undang Nomor 17 tahun 1985 tentang perairan Indonesia, menempatkan Indonesia sebagai satu-satunya negara kepulauan yang terbesar di dunia dengan luas wilayah perairan mencapai hampir 2/3 dari total luas wilayah keseluruhan. Apabila dikaitkan dengan letak posisi geografi yang berada pada persilangan dunia, menempatkan Indonesia pada posisi yang sangat strategis dan sangat diperhitungkan oleh negara-negara lain dalam mencapai kepentingan nasionalnya.

Konfigurasi dan konstelasi pulau yang berada pada bentangan laut yang luas telah memberikan peluang strategis sekaligus kendala yang harus dihadapi oleh Indonesia dalam melaksanakan kehidupan berbangsa dan bernegara. Peluang dan kendala tersebut merupakan karunia sekaligus bencana dan apabila dapat dikelola secara baik dan tepat, akan dapat memberikan kesejahteraan dan kemakmuran bagi bangsa Indonesia.

Strategi Pertahanan Laut Nusantara

Sebagai jabaran lanjut dari Strategi Pertahanan Nusantara, TNI AL telah merumuskan Strategi Pertahanan Laut Nusantara yang terdiri dari 3 pilar utama, yaitu meliputi pilar : penangkalan, pertahanan mendalam dan Hankamrata. Strategi Pertahanan Laut Nusantara diharapkan mampu mewujudkan stabilitas keamanan di laut yang kondusif bagi kepentingan pembangunan bangsa dan negara. Untuk dapat mewujudkan stabilitas keamanan yang kondusif, maka diperlukan suatu struktur kekuatan yang jelas dan mampu menunjukkan eksistensinya di wilayah perairan nusantara secara nyata.

Salah satu pilar yang dapat dicermati dan dipergunakan sebagai titik tolak menentukan ke arah mana pembangunan kekuatan TNI AL hendak diwujudkan adalah pilar Pertahanan Mendalam. Konsepsi pertahanan mendalam pada hakikatnya adalah pertahanan ke depan dengan pengertian bahwa musuh harus dicegat dan dihancurkan di luar tapal batas wilayah nasional. Oleh karena itu medan juang pertahanan ditata dengan urutan sebagai berikut :

* Medan Pertahanan Penyanggah. Daerah pertahanan lapis pertama yang berada di luar garis batas ZEEI dan lapisan udara di atasnya.

* Medan Pertahanan Utama. Daerah pertahanan lapis kedua mulai dari batas terluar ZEEI sampai dengan batas terluar laut teritorial dan lapisan udara di atasnya.

* Medan Perlawanan Akhir. Daerah pertahanan lapis ketiga mulai dari laut teritorial dan wilayah perairan nusantara dan lapisan udara di atasnya.

Struktur dan Kemampuan Kekuatan

Mewujudkan perlawanan yang optimal di medan perlawanan akhir pada dasarnya merupakan “ultimate goal pembangunan kekuatan TNI AL (dapat juga sebagai ultimate goal pembangunan kekuatan TNI). Struktur kekuatan yang dibangun harus dapat mewujudkan kemampuan yang disegani di perairan kepulauan dan laut teritorial serta mampu memberikan perlindungan terbaik dan jaminan secara nyata akan keutuhan wilayah nasional.

Dikaitkan dengan bentuk dan posisi geografi, sumberdaya alam laut, tingkat intensitas penggunaan alur-alur laut dengan berbagai permasalahan ditimbulkan, maka struktur kekuatan TNI AL dapat disusun berdasarkan tiga kawasan yang menuntut spesifikasi struktur kekuatan dan taktik tersendiri sesuai situasi dan kondisi geografi medan operasi, yaitu :

Medan Operasi Kawasan Barat meliputi L.Jawa, Selat Karimata, perairan L. Natuna, L. China Selatan, Selat Malaka dan Perairan Barat P. Sumatra.

Medan Operasi Kawasan Tengah meliputi L. Jawa, Selat Lombok, Selat Makasar, Perairan Utara Kep. Nusa Tenggara, Perairan Selatan P. Jawa dan Kep. Nusa Tenggara dan L. Sulawesi ;

Medan Operasi Kawasan Timur meliputi L. Banda, L. Arafuru, L. Buru, L. Seram, L. Maluku dan Perairan Utara Papua.

Untuk mewujudkan struktur kekuatan tersebut, dapat ditempuh melalui beberapa tahapan pembangunan dengan tetap memperhatikan Blue Print TNI AL 2004-2013 dan mengacu kepada prioritas yang lahir dari tuntutan kepentingan nasional yang mengemuka saat ini sampai beberapa tahun mendatang. Green Water Navy dapat digunakan sebagai struktur kekuatan yang harus dapat diwujudkan paling lambat tahun 2020. Adapun kepentingan nasional yang dapat diidentifikasi, diantaranya adalah masalah ekonomi dan stabilitas keamanan merupakan prioritas pertama, sedangkan masalah pertahanan dapat ditempatkan pada prioritas kedua.

Stabilitas Keamanan. Pengertian stabilitas keamanan yang dimaksud adalah dikaitkan dengan gejolak yang timbul di beberapa daerah yang ingin memisahkan diri dari Negara Kesatuan R.I. Untuk mengatasi permasalahan tersebut maka frekuensi pergeseran pasukan menjadi suatu tuntutan yang harus dapat dijawab dengan segera. Oleh karena itu kapal-kapal yang diperlukan untuk mendukung kegiatan penggeseran tersebut adalah kapal-kapal jenis LST. LST yang dimiliki TNI AL saat ini masih mencukupi untuk melakukan penggeseran dan yang diperlukan adalah peningkatan kesiapan untuk setiap waktu dapat digerakkan menuju daerah sasaran.

Upaya lain yang perlu untuk dioptimalkan adalah penataan ulang pangkalan TNI AL dan peningkatan kemampuan dukungan agar mampu menjawab tuntutan tatanan medan perlawanan akhir.

Tahapan Pembangunan Kekuatan

Komposisi jenis kekuatan yang dimiliki TNI AL saat ini dapat dikatakan memenuhi persyaratan sebagai komposisi jenis kekuatan angkatan laut hijau (Green Water Navy), namun dari aspek kualitas dan kuantitas masih jauh dari persyaratan yang ditetapkan yaitu harus kuat dan disegani di perairannya sendiri serta mampu menangkal dan menghancurkan setiap agresi terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Dari sejumlah kapal yang dimiliki TNI AL, hanya ada beberapa kapal LST dan kapal FPB/Parchime yang dapat dipersiapkan dengan kriteria cukup baik.

Menyadari kondisi perekonomian negara yang belum pulih, maka pembangunan kekuatan TNI AL perlu dilaksanakan secara bertahap namun konsisten dan jelas arah serta sasarannya. Adapun sasaran pembangunan kekuatan dapat disusun dengan urutan prioritas, sebagai berikut :

Prioritas I.

Pembangunan kapal-kapal patroli dan pesud patroli yang diperlukan untuk memperluas kemampuan liput perairan.

Meningkatkan kemampuan operasional Lanal dan Posal terpilih yang mendukung pelaksanaan pengamanan dan pengawasan terhadap setiap kegiatan di laut.

Prioritas II.

Penataan Pangkalan TNI AL termasuk sistem pertahanan pangkalan.

Meningkatkan kemampuan operasional Lanal dan Posal pada alur-alur strategik.

Prioritas III.

Pengadaan baru KS, kapal kombatan dan pesud patroli maritim serta pangkalan pendukungnya.

Sebagai suatu negara kepulauan yang terbesar dan terletak pada silang dunia, Indonesia memerlukan kekuatan angkatan laut dengan kemampuan yang dapat mendukung keberadaannya sebagai suatu bangsa. Kekuatan tersebut dibangun berdasarkan konsepsi pertahanan mendalam dengan rancang bangun struktur kekuatan untuk mampu melaksanakan perlawanan di medan perlawanan akhir yang selanjutnya dikembang menjadi kekuatan angkatan laut hijau (Green Water Navy) yang kuat dan disegani di perairan kepulauan dan laut teritorial. Pembangunan kekuatan dilaksanakan dengan perencanaan yang hati-hati dan cermat, secara bertahap, konsisten, penuh kesabaran dengan tetap memperhatikan keterbatasan dan perubahan perkembangan lingkungan strategi yang ada.

Categories: MILITER | Tags: , , , | 1 Komentar

Navigasi pos

One thought on “MEMBANGUN KEKUATAN ANGKATAN LAUT (TNI AL)

  1. saya anak bangsa yang prihatin dengan kekuatan pertahanan yang minim di tengah negara yang besar, saya memimpikan indonesia kuat disegala bidang terutama militer baik laut udara maupun darat, saya bukan orang yang mendukung fasis di negeri ini tapi saya sangat setuju kalau negeri ini kuat dalam bidang militer untuk menjaga NKRI dan kedaulatan negara serta kehormatan bangsa, saya berharap presiden yang akan datang mempunyai visi dan misi yang kuat untuk pertahanan negara, agar tidak dilecehkan sama malon (malaysia) n Singapura

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: