TIMNAS SEPAK BOLA INDONESIA BERLAGA DI PIALA DUNIA…???


TIMNAS SEPAK BOLA INDONESIA BERLAGA DI PIALA DUNIA…???

Penulis: Novan Herfiyana

Sejarah mencatat bahwa tim nasional Indonesia, meskipun dengan nama Hindia Belanda (HB), pernah berlaga di Piala Dunia (PD) 1938. Benarkah? Atau pertanyaan dari penulis: bagaimana kita menyikapinya?

Saya sendiri merasa bangga bahwa di wilayah yang kini bernama Indonesia pernah lahir sebuah tim yang mengikuti PD 1938. Di wilayah yang kini menjadi tanah air kita pun pernah lahir orang-orang asli Indonesia yang berlaga di ajang internasional empat tahunan tersebut. Mereka adalah tim HB yang beranggotakan para pemain dari kompetisi NIVU (Nederlandsche Indische Voetbal Unie). Sebagian dari pemain NIVU –sebelumnya NIVB (Nederlandsche Indische Voetbal Bond)– tersebut merupakan orang-orang asli Indonesia yang karena keadaan sosiopolitik pada masa itu bebas-bebas saja untuk bermain di kompetisi mana saja, dalam hal ini kompetisi NIVU.

Sejarah sepak bola Indonesia sebagai satu aspek tentu tidak dapat dilepaskan dari aspek-aspek lainnya dalam kerangka sejarah Indonesia secara keseluruhan. Garis besarnya adalah Belanda merupakan penjajah dan Indonesia merupakan pejuang kemerdekaan. Turunannya, PSSI kontra NIVB/NIVU dengan penyelenggaraan kompetisinya masing-masing.

Berkaitan dengan PD 1938, hasil penelusuran penulis, ditemukan klub-klub dari pemain HB meskipun tidak seluruhnya. Dalam kompetisi NIVU 1939 (juaranya VBO Jakarta) misalnya, ada nama-nama klub seperti: VBO Jakarta (Meeng dan Pattiwael), Malang (Mo Heng), dan SVB Surabaya (Samuels, Nawir, dan Hong Djien). Setelah negara RI diproklamasikan pada 17 Agustus 1945, NIVU masih ada. Bahkan pada 1949 dan 1950 NIVU masih menyelenggarakan kompetisinya dengan nama kompetisi ISNIS/VUVSI (Ikatan Sepak bola Negara Indonesia Serikat/Voetbal Uni Verenigde Staten van Indonesie). Pesertanya, antara lain VBO (pesaing VIJ/Persija), VBBO (pesaing Persib), VSO (pesaing PSIS), dan SVB (pesaing SIVB/Persebaya).Uniknya PSM pernah mengikutinya dengan dua pemainnya yang masih bertahan pada masa itu (Ramang dan Itjing). Pada kesempatan lain, PSSI baru menyelenggarakan kompetisinya kembali pada 1951 dengan peserta dari Perserikatan yang kita kenal sekarang. Ketika negara serikat (RIS) kembali ke bentuk negara kesatuan pada 17 Agustus 1950, mau tidak mau, NIVU sebagai penyelenggara ISNIS harus bubar. Mungkin karena secara sosiopolitik sudah tidak kondusif lagi, klub-klub anggotanya seolah kehilangan induk. Di Jakarta, VBO mengadakan pertemuan untuk melikuidasi organisasinya sekaligus menganjurkan klub-klub anggotanya (termasuk pemain) bergabung ke VIJ yang telah berubah menjadi Persija. Di Surabaya, SVB meleburkan diri dengan SIVB dan membentuk Persebaya sekaligus menyepakati tanggal berdirinya SIVB (18 Juni 1927) sebagai tanggal berdirinya Persebaya. Lain di Jakarta (yang bergabung) dan di Surabaya (yang melebur), lain pula di Bandung. Kabarnya VBBO membubarkan diri karena merasa kalah bersaing. Dengan demikian, pada saat itu di Bandung hanya ada satu perserikatan (bond) yang bertahan yaitu Persib. Dalam perkembangannya, sebagian pemain eks SVB (sebagai salah satu contoh) turut pula membawa Persebaya untuk menjuarai Perserikatan 1951 dan 1952. Selain itu, bukankah sebagian pemain eks kompetisi NIVU ada yang berkiprah di timnas Indonesia 1950-an? Akhirnya, berkaitan dengan judul tulisan ini, penulis tidak mempertanyakan apakah timnas 1938 merupakan timnas kita atau bukan. Akan tetapi, kalau kita mau bersikap fair terhadap sejarah maka hanya ada dua pilihan.

Pertama, kalau HB dinyatakan sebagai bagian dari sejarah perjalanan timnas kita maka kompetisi NIVU harus dimasukkan ke dalam sejarah persepakbolaan Indonesia (baca: PSSI).

Kedua, sebaliknya, kalau kompetisi NIVU tidak mau dijadikan sebagai bagian dari sejarah PSSI maka kita tidak berhak untuk menyebut timnas 1938 sebagai timnas kita. Itu semua tinggal pilihan.

Sumber : sepakbola-indonesia.com/

Categories: OLAH RAGA | Tags: , , | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: